Eksistensi Sang Maha Sempurna dalam karya milik Ciptaan-Nya yang Paling Sempurna. Pukul 12 lebih 30, bus biru yang biasa mengangkut penumpang menuju pusat kota itu berhenti di persimpangan sebelum lampu merah. Pintunya terbuka otomatis oleh sang pengemudi, memuntahkan beberapa manusia yang segera berjalan menjauh sampai akhirnya tidak terlihat dari pandangan. Salah satu manusia yang turun dari sana dan berjalan lamban sembari memperhatikan gedung-gedung lawas yang tetap berdiri tegak, adalah aku. Berniat untuk menuntaskan kewajiban, tanpa rencana apapun. Cukup abu-abu, tapi tidak terlalu kosong. Aku tidak betah diam, karena khawatir akan melewatkan sesuatu dan pulang tanpa membawa apapun yang berarti. Sembari menghalau silaunya matahari, aku beranjak dari persimpangan menuju jalan Braga. Tempat yang rasanya hangat, namun asing. Saat berjalan sendiri, seorang pria paruh baya berbaju kumal menyodorkan satu pack tisu seraya menyapaku dengan senyum hangatnya. Pria paruh b...
Putri's POV Aku udah lumayan lama deket sama Putra. Beberapa minggu lalu dia ngajak aku ke hubungan yang lebih serius, jadian maksudnya. 2 bulan mungkin cukup lama buat pdkt, banyak sisi menyenangkan yang Putra tunjukkin ke aku. Humoris iya, open minded iya, dewasa iya, enak diajak ngobrol iya, seru iya, bisa diandalkan iya, udah gitu mandiri juga iya. Seolah, Putra adalah seseorang yang aku cari-cari selama ini. Gimana cara dia ngetreat aku, jelas beda sama orang-orang sebelumnya. Yaa bisa dibilang cara pdkt Putra lumayan unik. Aku jelas suka hal yang baru, jujur aja 2 bulan ini dia berhasil bikin aku nyaman dengan semua aspek dalam dirinya. Termasuk cara dia menghadapi emosi sendiri. Dia pernah bilang, "aku pengen serius sama hubungan ini, kamu sepadan sama aku Pu. Ternyata kamu orangnya dewasa, padahal muka kamu baby face banget. Kamu itu orang yang aku cari, aku berharap punya istri yang bisa momong, yang sikapnya dewasa, yang enak diajak ngobrol, yang kuat hatinya, yang g...