Langsung ke konten utama

About Malikamay



Haii, makasih udah liat ini ya. Ngga banyak hal penting yang perlu kamu tau tentang aku. Cuma anak 17 tahun yang sebentar lagi bakal menuju 18, suka liat muka Jimin sama suka suaranya juga, suka nulis hal ngga penting, suka cerita sama nulis naskah alurnya juga, suka nyanyiin lagu bias, suka nonton drama Korea, suka makan, baru-baru ini suka Win-win, dan apa lagi ya? Ngga tau, suka itu doang. 

Pernah ada yang nanya, kenapa suka nulis padahal ngga banyak yang baca? Ya gimana ya, kalo menurut aku, emang harus banyak yang baca dulu ya buat suka nulis sesuatu? Buat aku, nulis itu bukan hobi tapi kebutuhan. Kalo ngga bisa cerita ke siapa-siapa, yaudah tulis aja buat di baca sendiri. Untuk merasa lebih baik setelahnya. Alhamdulillah kalau ada yang ngerasa relate sama tulisan aku, seneng banget kalo ada yang suka juga, itu bonusnya. Aku nulis apa yang aku suka. Mau ada yang baca atau ngga, bukan jadi alasan aku buat berhenti. 

Ada 1 cerita yang pernah aku tulis, tentang si Andin sama si Ali, sahabatan ceritanya. Cuma, kata sandi akun wattpadnya lupa jadi ngga diterusin deh soalnya pundung wkwk. Terus aku beralih ke mas Jimin, aku jadiin dia tokoh dan aku tulis imajinasi tentang kehidupan dia sebagai seorang idol. Ngga bagus sih, cuma seneng aja nulis itu. Halunya terasa nyata waktu dibaca wkwk.

Ada juga yang pernah bilang, apaan sih nulis tentang Korea? Dibaca sama si Jimin nya juga ngga kan, kenapa ngga nulis tentang hal lain? Yaa gimana ya jawabnya, orang aku nulis juga pake bahasa indo, mana bisa dia baca😭 cerita tentang Bangtan juga banyak bertebaran di dunia oranye, bukan cerita aku doang. Jadi ngga mungkin sih Jimin nyari-nyari cerita aku, muluk banget. Aku juga nulis bukan karena mau dibaca si Jimin, tapi ya sekedar menyalurkan rasa suka aku ke dalam bentuk tulisan. Dari situ aku juga bisa belajar sedikit sedikit tentang bahasa Korea, tentang kehidupan idol, tentang toleransi, tentang sidang, tentang cara melepaskan dan lain-lain. 

Aku juga belajar satu hal, kalo ngga suka sama sesuatu itu ya sewajarnya aja jangan sampai menganggap negatif apalagi mencibir. Apalagi sampai nyinyir sama kesukaan orang lain, karena apa yang dia suka itu beda sama apa yang suka. Seolah apa yang kamu suka adalah hal yang paling bagus di dunia, sehingga menunjukkan sikap yang kurang bertoleransi kalau orang lain nggak ikut menyukainya juga. 

Aku asalnya ngga suka sama dunianya Jimin, padahal di lingkungan aku dulu banyak penggemar K-Pop. Waktu itu aku masih berpikir kenakan-kanakan, kurang mampu berpikir terbuka atas apa yang orang lain suka. Selang 1 tahun, aku ketemu sama orang yang memberi pandangan berbeda tentang Bangtan, yang bukan cuma suka visual dan karirnya aja tapi ada hal lain yang bikin aku juga akhirnya jadi penasaran dan akhirnya suka. Aneh sih asalnya ngga suka malah jadi suka. Karma kali ya? Tapi gapapa, kalo akhirnya malah berefek bagus buat aku. Dari Bangtan aku belajar untuk berproses, ngga ada yang langsung sukses di awal mereka memulai. Semuanya juga pernah ada di tahap 0 dan berjalan pelan menaiki tangga ke 1,2,3 hingga mereka sampai di puncaknya. Banyak orang yang keburu nyerah, akhirnya berhenti di tangga ke 5 padahal cuma butuh naik 5 tangga lagi untuk sampai di puncak. Mereka ngerasa semuanya semakin sulit, seolah proses yang sudah mereka lalui di tangga sebelumnya adalah hal yang sia-sia. Padahal ngga ada yang sia-sia kalau niatnya benar dan apa yang kamu lakukan ngga merugikan orang lain. 

Aku kagum sama Bangtan karena mereka ngga berhenti di tengah-tengah, cuma karena banyak orang yang ngga suka mereka, banyak yang mencaci maki, banyak yang nge-hate, nggak ngejadiin itu alasan buat mereka nyerah. Ya jalan terus, berpores terus meskipun semakin pahit dirasa oleh mereka. Tentu, kesuksesan mereka sekarang bukan dicapai secara instan. Banyak yang suka mereka di seluruh dunia, bukan karena mereka bikin 1 atau 2 lagu, belajar koreografi 2 atau 4 gerakan, tampil maksimal di 3 atau 5 acara. Tapi lebih dari apa yang kita pikirkan. Kita ngga pernah tau detailnya perjuangan mereka, satu persatu member bangtan pasti mengalami proses yang berbeda meski berada dalam 1 grup yang sama. 

Proses nya emang pahit dan butuh waktu yang lama, bertahun-tahun mereka dan ngga semulus yang kita bayangkan. Tapi liat hasilnya, ngga mengkhianati usaha mereka. Kalo aja dulu mereka nggak mau memulai di tahun 2013 dan menyerah ketika berproses, mungkin hasilnya ngga akan sama seperti sekarang. Mungkin hasil yang sekarang ngga akan mereka capai. Karena itu aku suka, semangat dan kegigihan mereka. Bukan memuja, seperti pendapat beberapa orang yang ngga tau. 

Bangtan yang prosesnya keras dan usahanya terasa pahit aja ngga pantang menyerah. Masa, aku yang baru memulai udah mau nyerah duluan? Buat kamu yang berpikir mau memulai sesuatu atau bahkan sudah memulainya, inget aja kata-kata aku, jangan dulu pikirin hasil yang bisa kamu dapat nantinya. Hasil aku bisa kaya orang nggak ya? Apa jangan-jangan ngga bakal sebagus orang? Gimana kalo hasilnya ngga sesuai ekspektasi aku? Teman, mulai aja dulu, lakukan hal terbaik yang kamu bisa. Kamu ngga akan tau hasilnya kalo ngga mau memulai. 

Ketika berproses, jangan dengerin kata-kata toxic yang membuat kamu patah, saring perkataan orang lain dan temukan isi yang membuat kamu semangat. Kata-kata yang berdampak positif buat kamu. Kalau apa yang kamu mulai adalah hal yang baik, nggak merugikan siapapun dan kamu pun senang melakukannya, yaudah lakuin aja. Soal hasilnya itu urusan nanti. Masa mau hasil bagus tapi nggak mau berproses? Biarin aja kalo orang-orang udah banyak pencapaiannya, sedangkan kita mungkin belum ada. Prosesnya dia milik dia, prosesnya kamu milik kamu. Biarin aja kalo hasil dari prosesnya orang-orang udah berbuah manis, kan mereka memulainya lebih dulu. Tentu ngga sama dengan kita yang baru memulai. Ambil aja nilai baiknya, dan jadiin itu sebagai motivasi bahwa kamu juga bisa kaya dia atau bahkan lebih. Semangat dulu, yakin dulu, yang penting punya keinginan, siapa tau di masa depan kamu bakal lebih dari apa yang kamu bayangkan dulu. You never know. 

Kalo liat analisis pendengar podcast aku atau pembaca tulisan aku, itu semuanya masih bisa dihitung jari. Dan itu ngga apa-apa, bersyukur ada yang mau menerima saat aku sedang memulai. Tentang penolakan, jujur aja mental aku masih lemah. Pasti pundung, pengen ngehapus aja semua yang aku mulai dan nggak mau ngelakuin hal yang aku suka lagi. Apalagi kalo ada yang plagiat, jujur aku pernah di plagiatin sama orang dan ketika ketauan aku diblokir sama dia. Cerita aku yang judulnya light pink rose yaitu tentang si Jimin tadi, pernah di plagiat sama orang. Sampe covernya, pembatas bukunya, kata-kata pembukanya itu sama persis. 

Sedih rasanya, alur yang aku pikir sendiri, kata-kata yang aku rangkai sendiri, ternyata di tiru sama orang lain dengan mudahnya dan diakui sebagai karya dia. Mau nyerah sih, cuma ngapain aku memulai kalo kaya gitu? Aku pernah baca tulisan di internet, isinya gini, kamu berhasil sampai ada orang lain yang plagiat karya kamu. Dari situ aku semangat lagi, ternyata dia cuma suka sama tulisan aku dan dia mau mengakui sebagai karyanya sendiri. Suka boleh, tapi jangan merampas hak milik orang lain. Kita harus tau batas saat menyukai sesuatu. Sampai sekarang aku belum tau kabar dia lagi, terakhir waktu ketauan sih udah di hapus sama dia, semoga nggak akan diulang. 

Aku bukan orang yang selalu bisa jadi positif vibes buat orang lain. Aku ngga bisa disukai semua orang. Tapi itu ngga apa-apa. Aku ngga akan berubah demi menyenangkan hati semua orang. Aku ngga mengikuti apa yang orang suka biar disukai, tapi aku bakal jadi diri sendiri dan disukai apa adanya. Segitu aja deh tentang aku, makasih loh udah dengerin hehe. Kalo masih ragu buat memulai sesuatu, inget kata-kata aku tadi ya tapi tetep aja kamu yang menentukan. Selamat memulai. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gwaenchana

Inner Child. Namanya juga manusia, bukan hanya dilahirkan sebagai pemilik raga yang paling sempurna namun juga memiliki jiwa yang akan bertumbuh. Bukan hal yang mesti disalahkan, kalau kamu terlahir sebagai orang yang tidak mampu melakukan semuanya sendirian. Karena pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial.  Tapi pernahkah kamu merasa ada sesuatu yang belum selesai sembuh di masa kecil? Mungkin ada satu sifat burukmu yang terbentuk karena ada sesuatu yang belum terselesaikan dalam dirimu sendiri. Bisa jadi karena trauma dan kamu selalu bersembunyi untuk bertahan. Atau karena luka masa lalu dan kamu belum sanggup memaafkannya. Sadar tidak sadar, luka atau trauma itu akan menjadi sosok inner child yang bersembunyi dalam diri kamu, di bawah alam sadar yang memengaruhi kamu ketika merespon sebuah masalah, membuat keputusan atau bahkan ketika berhadapan dengan orang lain.  Namun, semakin kamu membenci luka itu, semakin kamu bersembunyi dari trauma itu, jiwamu semakin tidak berk...

My social media

  Instagram : @Malikamay_ Spotify : CheonsaWorld https://open.spotify.com/show/1oE6ICbDMXCSAwpSNcKtca Podcast aku di stitcher : https://partners.stitcher.com/show/688568/stats Youtube : Malikamay  https://youtube.com/channel/UCmRYokSVy4Uy5LTIBm5ZTDQ Blog :  Wattpad : @akucheonsaa Dan kamu bisa cerita ke aku di sini, terserah cerita apa aja.  https://forms.gle/EtDCH6ZvCXEZifiu9  atau kirim ke email ya Email : malikazahiraputri@gmail.com

Tertarik Pada si Melankolis part 5

Putri's POV Aku udah lumayan lama deket sama Putra. Beberapa minggu lalu dia ngajak aku ke hubungan yang lebih serius, jadian maksudnya. 2 bulan mungkin cukup lama buat pdkt, banyak sisi menyenangkan yang Putra tunjukkin ke aku. Humoris iya, open minded iya, dewasa iya, enak diajak ngobrol iya, seru iya, bisa diandalkan iya, udah gitu mandiri juga iya. Seolah, Putra adalah seseorang yang aku cari-cari selama ini. Gimana cara dia ngetreat aku, jelas beda sama orang-orang sebelumnya. Yaa bisa dibilang cara pdkt Putra lumayan unik. Aku jelas suka hal yang baru, jujur aja 2 bulan ini dia berhasil bikin aku nyaman dengan semua aspek dalam dirinya. Termasuk cara dia menghadapi emosi sendiri. Dia pernah bilang, "aku pengen serius sama hubungan ini, kamu sepadan sama aku Pu. Ternyata kamu orangnya dewasa, padahal muka kamu baby face banget. Kamu itu orang yang aku cari, aku berharap punya istri yang bisa momong, yang sikapnya dewasa, yang enak diajak ngobrol, yang kuat hatinya, yang g...