Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2024

Abadi Dalam Karya

Eksistensi Sang Maha Sempurna dalam karya milik Ciptaan-Nya yang Paling Sempurna.  Pukul 12 lebih 30, bus biru yang biasa mengangkut penumpang menuju pusat kota itu berhenti di persimpangan sebelum lampu merah. Pintunya terbuka otomatis oleh sang pengemudi, memuntahkan beberapa manusia yang segera berjalan menjauh sampai akhirnya tidak terlihat dari pandangan.  Salah satu manusia yang turun dari sana dan berjalan lamban sembari memperhatikan gedung-gedung lawas yang tetap berdiri tegak, adalah aku. Berniat untuk menuntaskan kewajiban, tanpa rencana apapun. Cukup abu-abu, tapi tidak terlalu kosong. Aku tidak betah diam, karena khawatir akan melewatkan sesuatu dan pulang tanpa membawa apapun yang berarti. Sembari menghalau silaunya matahari, aku beranjak dari persimpangan menuju jalan Braga. Tempat yang rasanya hangat, namun asing. Saat berjalan sendiri, seorang pria paruh baya berbaju kumal menyodorkan satu pack tisu seraya menyapaku dengan senyum hangatnya.  Pria paruh b...